Maafin Kami ya, Kucing!

Penulis: Dewi Novitasari
Ilustrator: Annisa Dwi Multia
Sedari Dini, cerita anak permainan sepak bola

Siang lagi panas sekali. Walau begitu, Dio dan Rio tetap asyik bermain bola di halaman depan rumah Nenek.

Saking serunya, mereka tidak sengaja menendang bola ke arah kucing kecil. Padahal ia sedang santai.

BUKKK!

MEONGGG …

Sedari Dini, cerita anak permainan sepak bola

Suara jeritan kucing nyaring sekali. Dio dan Rio kaget, lalu segera berlari ke arahnya. Tapi ia keburu pergi entah ke mana.

Dio dan Rio cemas dengan keadaan kucing itu. Saat bertemu Nenek, mereka menceritakan kejadiannya dengan menyesal.

“Kasihan sekali kucing itu, pasti kesakitan,” ucap Nenek.

“Tta … tapi pas kita datangi, kucingnya udah pergi,” jawab Dio.

Sedari Dini, cerita anak permainan sepak bola

“Semoga baik-baik aja, ya. Lain kali hati-hati,” ucap Nenek sambil mengelus kepala Dio dan Rio.

Keesokan harinya, Dio dan Rio diajak Nenek ke kebun tomat. Pagi masih sejuk, burung-burung berkicau.

Saat Dio dan Rio membantu Nenek memetik tomat, kucing kecil yang kemarin muncul lagi.

“Itu dia, Nek!” seru Dio.

Dio dan Rio mendekati kucing itu, lalu berjongkok di sekitarnya. Mereka periksa kucing itu, memastikan ia benar-benar sehat.

Sedari Dini, cerita anak permainan sepak bola

“Maaf ya, Kucing. Kami gak sengaja kemarin,” kata Rio.

Kucing itu mendekat perlahan, lalu menggesekkan tubuhnya ke kaki Dio dan Rio. Ia sepertinya sudah memaafkan mereka.

Dio dan Rio tersenyum lega. Nenek ikut tersenyum melihatnya.

Mereka mengangguk, lalu mengelus lembut kucing kecil itu. Mereka pun bermain lagi di kebun, tapi kali ini lebih berhati-hati

… agar tidak melukai siapapun. [*]